Belanja Ke Tanah Abang, Tas Sebaiknya Taruh Di Depan

Tanah Abang

Tanah Abang Sebagai orang baru di ibu kota, saya bisa dibilang cukup sering ke Tanah Abang. Hal tersebut berkaitan dengan jual beli baju dan jilbab online yang saya lakukan. Dalam satu bulan saya kurang lebih bisa bolak-balik ke Tanah Abang sebanyak 4 kali. Jumlah tersebut berkurang dari aku alih rumah ke Depok. Sebelumnya saat masih tinggal di Mampang, saya bisa bolak balik 2 kali dalam satu minggu untuk belanja dagangan.

Saking seringnya ke Tanah Abang saya hafal jalan dan model pemindahan untuk ke sana, mulai dari motor pribadi, ojek online, mobil pribadi juga Commuterline. Saya pun mulai hafal celah-celah kecil, letak kios tersembunyi, letak ATM, kurir pengiriman, dan toko di setiap blok. Akibatnya saya pun hafal aura serta kebiasaan yang terjadi di tanah abang.

Kala Sabtu serta Minggu, pasar jadi padat wisatawan. Terlalu siang sedikit saja, parkir motor hendak penuh sedangkan mobil wajib berkenan berpusar buat parkir di lantai sangat atas. Sebagian gerai hendak tutup di hari minggu, mayoritas yang tutup merupakan kios-kios Metro (tempat agen) bangunan sisi kanan (melintas) Gulungan B.

Misal hari Senin dan Kamis adalah harinya Pasar Tasik, akan banyak pedagang dadakan yang entah dari mana datangnya, berjejeran di emperan, trotoar dan sepanjang jalan masuk. Harga di Pasar Tasik biasanya lebih murah, beberapa kios juga sengaja menambah potongan harga saat pasar dadakan ini berlangsung. Ada beberapa rekan tetangga saya yang menghindari pasar ini tapi beberapa yang lain justru sengaja memilih pergi di hari Senin Kamis karena ingin mengunjunginya. Selain Senin dan Kamis, hari lain jalan di sana terlihat lebih lengang.

Penjual Industri Tanah Abang

Apalagi buat maju, beranjak juga tidak dapat. Ingin minggir tetapi banyak benda barangan dari gerai di emperan. Ingin maju justru menghuyung barisan depan. Tuhan bantu selamatkan aku, jerit aku dalam batin kala itu. Posisi ini serupa persisnya dengan naik CommuterLine pada durasi penuh- penuhnya. Kelainannya, jika di CommuterLine terdapat AC, sedangkan toko emperan di melintas stasiun tidak.

Dalam situasi itu penjual-penjual di dekat membubuhi kita dengan narasi kalau orang saat sebelum kita, ataupun di lain los jalur lain banyak yang tewas sebab ketat nafas. Aku juga gelagapan. Dari itu aku tidak berani berbelanja mendekati Idulfitri. Bagaikan gantinya aku hendak berbelanja 2- 3 bulan tadinya.

Menjelang Idulfitri Tanah Kakak jadi tidak ramah orang terlebih kanak- kanak, terlebih mereka yang memilah memakai CommuterLine. Belum hingga tiba Tanah Kakak, mereka wajib berkenan berdempet- dempetan menuruni tangga stasiun. Menyeberang serta berjalan mengarah ke bangunan A tidak takluk mengerikannya. Jalur seukuran 3 orang penuh ketat, aku apalagi sempat nyaris kehilangan nafas.

Sistem ini amat profitabel, yang awal sebab harga- harga belum lumayan melompat, serta persediaan sedang banyak. Kekurangannya, kita tidak dapat menemukan best product sebab sebagian pedagang terencana merahasiakan best selling produknya serta terkini hendak mengeluarkannya mendekati Idulfitri.

Posisi Jualan Dengan Harga Yang Murah

Dini kali ke Tanah Kakak aku bimbang dengan jalan- jalannya. Dapat masuk tetapi tidak ketahui arah kembali serta lebih kerap berpusar. Sehabis kerap kali ke situ aku jadi cekatan menorobos, mencari jalur pengganti, mencari gerai langganan yang bisa jadi posisinya berlainan gulungan apalagi berlainan bangunan. Kaki terasa enteng, aku seakan jadi orang yang sangat ketahui di situ.

Sahabat, orang sebelah kerap menanya di mana posisi jualan topi, jualan tas, bawaan haji, mukena- mukena, serta kain ekonomis. Tidak hanya mengerti situasi, aku pula diketahui mengerti harga, ketahui di mana posisi balotelli ekonomis, kain-kain sangat ekonomis ataupun rok anyam yang ekonomis. Sesuatu kebesarhatian tertentu jadi orang yang terkini 2 tahun bertengger di Jakarta tetapi ketahui seluk beluk Tanah Kakak.

Narasi- narasi hal kehabisan pula berseliweran di kuping aku. Dengan itu tiba dari banyak arah, orang sebelah, pedagang langganan, orang asing di dalam CommuterLine, apalagi berita- berita yang terhambur di Whatsapp. Narasi hal dompet lenyap telah biasa di situ. Nyaris tiap hari jika, (kita ingin survey) terdapat saja orang kehabisan dompet. Jika kamu ragu dapat ke bagian kabar ataupun satpam Tanah Kakak serta mengatakan dompet kamu lenyap, hingga mereka hendak bilang Kamu orang ke demikian puluh yang melapor hari ini.

Momen kehabisan dompet pasti bertambah menjelang Idulfitri, sebab itu rumor meletakkan tas di depan amat sering di dengar di situ. Bila Kamu kurang ingat sering-kali terdapat pedagang bagus yang menegaskan, Mbak hendaknya tasnya janganlah letakkan di balik, di mari rawan.

Belanja ke Tanah Abang, Tas Sebaiknya Taruh Di Depan

Orang sebelah aku pula sempat kehabisan dompet. Beliau mengenakan tas kecil yang disilangkan ke balik. Dikala terpisah dengan temannya di stasiun beliau mulai celingak-celinguk, membikin-bikin temannya ke situ ke mari. Tanpa siuman seketika tas telah terbuka serta dompet lenyap. Dia menceritakan pada aku sehabis memohon pesan kehabisan dari kantor polisi buat mengurus KTP, SIM, dan lain- lain.

Pencuri Tanah Kakak bukan acak pencuri. Mereka orang yang bermukim bertahun-tahun serta telah lancar dengan situasi di situ. Menganalisa bentuk serta gerak-gerik orang dengan kilat. Mereka dapat ketahui mana ibu- ibu yang terkini awal kali ke situ, yang kebimbangan, apalagi yang banyak duit.

Dari itu aku senantiasa meletakkan tas di depan serta memasang wajah yakin diri. http://202.95.10.12/ Berjalan afdal, pemikiran runcing, menjauhi celingukan juga wajah keresahan. Dikala di Tanah Kakak tegakkan tubuh serta janganlah belingsatan. Jika terpisah dari sahabat janganlah bimbang, cari tempat nyaman terkini aktifkan HP buat bertamu mereka.

Jauhi belingsatan serta celingak- celinguk di jalur, letakkan sebagian duit terpisah dari dompet, di kantong depan serta balik celana atau baju tertutup contoh. Jika terbiasa berbelanja agen di Metro, jauhi duit kas. Di Metro pada umumnya telah dapat menggosok ATM, pada umumnya mereka memakai BCA, sebagian bank lain. Serta yang terutama, letakkan tas di depan.